MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Ketika Pesanan Barang Anda Tiba

Seorang driver logistik sedang beristirahat seusai mengantarkan paket

Assalamualaikum, paket!’, ‘Permisi, paket!’. Dua kalimat yang semakin tidak asing terdengar. Ketika dilihat, seorang pengantar barang menunggu depan rumah. Tanpa melepas helm dia akan mengulang kata yang sama beberapa kali: paket, paket, paket, hingga barang diterima. Tidak jauh dari pengantar barang adalah sepeda motor yang berdebu dan membawa setumpuk barang.

Colay laki-laki berumur 26 tahun. Sebelumnya ia bekerja di gudang minuman air mineral. Sial, meski telah bertahun-tahun bekerja dan memperlihatkan kinerja sebaik-baiknya, Colay dipecat menjelang pandemi Covid-19. Colay mengantongi uang kompensasi cukup tiga bulan hidup. Menurutnya, uang itu terlalu kecil jika dibandingkan pengabdiannya kepada perusahaan dan tidak dapat menutup kebutuhan sehari-hari.

Colay mencari pekerjaan baru. Di masa pandemi ia mengirimkan lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Tapi tidak ada satu pun perusahaan yang memanggilnya.

Setengah putus asa, sambil menunggu panggilan kerja Colay mencoba berbagai jenis pekerjaan. Sekali waktu, Colay bekerja serabutan di sebuah perusahaan pemotongan ayam segar. Produk-produk tersebut biasanya dikirim ke minimarket dan toko penyedia fresh food. Di perusahaan tersebut, ia bekerja 12 jam tanpa alat pelindung diri memadai. Lingkungan kerjanya bau menyegat tanpa disediakan masker. Terkadang, Colay harus mengangkut benda-benda yang cukup berat.

Hanya beberapa bulan Colay bertahan di tempat pemotongan ayam. Ketika keluar dari tempat kerja beberapa orang di sekitarnya menyalahkan keputusan Colay. Colay disebut terlalu memilih pekerjaan. Colay tidak peduli dengan cemoohan orang sekitar. Lagi pula, orang-orang yang berkomentar itu tidak akan memahami penderitaan bekerja di perusahaan pemotongan ayam tersebut.

Beberapa bulan Colay pengangguran. Ia meminta pekerjaan kepada saudaranya. Saudara Colay, Kahfi, telah lama bekerja di salah satu perusahaan logistik ternama di Jabodetabek.

Dua bulan sebelum Ramadan, akhirnya Colay mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan tersebut. Saudaranya mengabari melalui pesan Whatsapp bahwa Colay harus segera menghadiri tes di gudang tempat Kahfi bekerja. Colay pun bergegas menyiapkan persyaratan.

Colay bercerita. Sembari membawa lamaran kerja, ia tiba di kantor perusahaan di Bogor dan disambut Satpam.

“Mau melamar bukan?”, “Bawaan siapa?”