Reading Time: 6 minutes “Le kok nemen kapitalis iki, le ngerebut uripku sampe ngombe jamu ae dinggo nambah keuntungane ndekne (Kok begitu keterlaluannya kapitalis merebut hidupku. Sampai-sampai minum jamu pun digunakannya untuk menambah keuntungan)”. (Atik Sunaryati, dalam Menolak Tunduk: Cerita Perlawanan dari Enam Kota)1 Pemandangan yang umum. Hampir di setiap pabrik terutama sektor garmen, tekstil dan sepatu di Tangerang, setiap pagi dan sore buruh-buruh perempuan mengerumuni Mbak Jamu yang biasa berjualan dengan menggunakan sepeda. Atik Sunaryati dalam buku Menolak Tunduk: Cerita Perlawanan dari Enam Kota dengan lugas menceritakan bahwa meminum jamu setiap pagi adalah untuk menambah stamina agar fit bekerja dan bisa bekerja sesuai target yang diminta pemilik pabrik.Read More →

Reading Time: 4 minutes Sore itu jalan raya Simongan Semarang dipadati kendaraan yang melintas. Padat merayap, kurang lebih sepanjang tiga kilometer. Sebagian besar kendaraan adalah sepeda motor dan angkutan umum. Pengemudi sepeda motor dan penumpang angkutan umum rata-rata adalah perempuan berseragam. Mereka adalah buruh pabrik. Sudah menjadi pengetahuan masyarakat sekitar, setiap pukul 4 sore jalan raya Simongan macet. Kendaran bermotor dan manusia tumpah ruah. Angkutan kota ngetem di pinggir jalan menunggu penumpang. Beberapa lelaki kadang ditemani anak kecil duduk di atas sepeda motor. Mereka adalah suami dan anaknya, yang sabar menanti kedatangan istrinya selepas bekerja. Pemandangan yang agak baru adalah para sopir ojek online yang sesekali lewat. Lebih dariRead More →

Reading Time: 9 minutes Alghiffari Aqsa Dunia sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berbagai optimisme dan kegamangannya. Tidak mau tertinggal, Indonesia juga mengikuti jejak serupa. Berbagai kebijakan dan program politik diciptakan untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0. Muncul pendapat kritis dari berbagai serikat buruh bahwa Revolusi Industri 4.0 justru akan mengancam buruh di Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan sesiap apa Indonesia menghadapi Revolusi 4.0. Istilah Revolusi Industri 4.0 muncul pertama kali dalam World Economic Forum untuk menandakan bahwa dunia telah memasuki fase baru dalam industri, menggantikan Revolusi Industri Ketiga. Dalam sejarahnya Revolusi Industri Pertama dimulai dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin manufaktur pada abad 18. Kemudian Revolusi Industri Kedua ditandaiRead More →

Reading Time: 3 minutes Nama saya Mince Tresia atau biasa dipanggil Tere. Bekerja selama 8 tahun di salah satu perusahaan garmen di Kawasan Batik, daerah Setu, Bekasi. Saya bekerja di bagian packing. Baru beberapa bulan ini saya dirumahkan karena saya dihabiskan kontrak kerja perusahaan tersebut. Itu pun tidak tahu kalau saya dihabiskan kontrak kerja, juga karena belum jatuh tanggalnya kontrak kerja saya habis. Saya dipanggil ke kantor disuruh tanda tangan. Itu pun orang kantor tidak bilang kalau saya habis kontrak kerja. Setelah saya tanda tangan baru orang kantor bilang, “Teh Tere dirumahkan dulu, tapi kalau perusahaan membutuhkan lagi, dipanggil”. Saya pun kaget. Tidak bisa bicara apa-apa. Selama saya bekerja,Read More →

TERBITAN

Temukan terbitan lainnya di sini

Buruh Menulis

  • Karena Kekejaman Perusahaan, Kami Berjuang dan Berserikat

    Karena Kekejaman Perusahaan, Kami Berjuang dan Berserikat

    Reading Time: 3 minutes Nama saya Mince Tresia atau biasa dipanggil Tere. Bekerja selama 8 tahun di salah satu perusahaan garmen di Kawasan Batik, daerah Setu, Bekasi. Saya bekerja di bagian packing. Baru beberapa bulan ini saya dirumahkan karena saya dihabiskan kontrak kerja perusahaan tersebut. Itu pun tidak tahu kalau …Read More »
  • Penyintas Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja, Ayo Berjuang!

    Penyintas Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja, Ayo Berjuang!

    Reading Time: 7 minutes Subono “Dulu kami korban ketidaktahuan dan pembodohan. Sekarang kami adalah pejuang untuk menciptakan kondisi kerja layak sehat dan aman bagi kesehatan.” Begitulah kesimpulan saya sekarang. Saya akan menulis pengalaman perjuangan melawan penyakit akibat kerja. Per 1998. Berawal saya sebagai buruh harian pembangunan proyek konstruksi fabrikasi (pembangunan …Read More »
  • Sejuta Orang Berkumpul Bela Islam, Aku Berjuang untuk Perut Anakku

    Sejuta Orang Berkumpul Bela Islam, Aku Berjuang untuk Perut Anakku

    Reading Time: 4 minutes Tanggal 04 November 2016 adalah hari yang akan selalu diingat oleh rakyat Indonesia. Pada hari itu, puluhan ribu massa umat Islam dari segala penjuru datang ke Monas menuntut Gubernur Jakarta Basuki Purnama alias Ahok dipenjara karena kasusnya yang dianggap melecehkan agama. Di hari yang sama pula …Read More »

TOKOH

  • Emid Suharmidin, May Day Pertama dan Perjuangan di Tempat Kerja

    Emid Suharmidin, May Day Pertama dan Perjuangan di Tempat Kerja

    Reading Time: 3 minutes Emid Suhamidin, sore itu mengenakan kaos warna merah yang dipakainya dalam aksi May Day 2017. Itulah adalah May Day pertamanya sepanjang hidupnya dan sepanjang karirnya sebagai buruh. “Saya bangga, bersatu dalam barisan panjang berwarna merah dengan panji-panji perjuangan serikat,” ujar Emid. Peringatan May Day yang heroik, membekas dalam ingatannya sebagai buruh bahwa perjuangan tidak boleh terkungkung dalam tembok pabrik saja. Haruslah keluar dalam sekat-sekat dan bersatu dengan kekuatan yang lebih besar lagi dalam sebuah tema: Buruh untuk Rakyat. Apa yang membuatnya berkeputusan untuk berserikat? Pertanyaan ini dijawab dengan sederhana saja. Dia dan kawan-kawannya tidak mau hidup …Read More »
  • Fauzi Abdullah (1949-2009): Obor yang Tak Pernah Padam

    Fauzi Abdullah (1949-2009): Obor yang Tak Pernah Padam

    Reading Time: 8 minutes   Sebuah Kabar Sedih   Sesaat sepeda motorku diparkir, sementara istriku menghampiri teman-temannya. Sore itu, 27 November 2010 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, rasanya waktu yang tepat untuk bertemu dengan beberapa teman. Sekadar bersilaturahmi dan bersantai. Tiba-tiba seorang teman menelpon. Dia menanyakan, “Sudah denger kabar Babeh meninggal?”. Saya dan kawan-kawan yang berada di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) memanggil Fauzi Abdullah, Babeh. Mendengar kabar tersebut, badan ini lemas. Setengah tidak percaya. “Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun,” jawabku. Aku pun memerhatikan beberapa pesan singkat yang masuk ke telepon genggamku. Ternyata Mbak Dwi, istri Fauzi Abdullah, sudah mengirimkan …Read More »
  • Mengenang Bambang Harri  (Jember, 5 Juli 1959  –  Bandung, 23 Februari 2008)

    Mengenang Bambang Harri (Jember, 5 Juli 1959  –  Bandung, 23 Februari 2008)

    Reading Time: 11 minutes Bambang TD Berminggu-minggu Bambang Harri terbaring di rumahnya. Sakit. Hari itu ia dilarikan ke Rumah Sakit Santo Yusuf, Bandung, setelah mengeluh sesak nafas. Berita menyebar cepat melalui telepon dan pesan singkat (sms). Keluarga dan teman-teman dekat bergantian menemaninya di rumah sakit. Beberapa kawan dari luar kota berdatangan menjenguk. Di ruang tunggu bangsal rumah sakit dering telepon genggam hampir tidak henti. Kawan lama menelepon menanyakan perkembangan keadaan Bambang Harri. Semua yang menunggu di rumah sakit tampak tertekan dan prihatin. Bambang Harri tubuhnya kurus kering digerogoti kanker getah bening. Bermacam peralatan bantu menempel ditubuhnya. Sebentar-sebentar hilang kesadaran dan …Read More »

KOLOM

  • Tidak Ada Hak Berunding di Zaman Soeharto!

    Tidak Ada Hak Berunding di Zaman Soeharto!

    Reading Time: 5 minutes Jasad Marsinah tergeletak tak bernyawa di sebuah gubuk pinggir sawah di Dusun Jegong, sekitar 100 meter dari kontrakannya di Desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur. Ini terjadi pada Mei 1993. Lima hari sebelumnya, Marsinah dan kawan-kawannya mogok di tempat kerjanya, PT Catur Putra Surya. Mereka bukan meminta saham, apalagi menguasai pabrik. Tapi menuntut kenaikan upah minimum, cuti haid, cuti hamil, dan hak-hak yang telah diatur dalam peraturan perundangan. Tuntutan Marsinah dan kawan-kawannya dibalas dengan pemecatan di kantor Kodim, bukan oleh lembaga yang berwenang memutus hubungan kerja. Di Medan, pada April 1994, kejadian serupa berlangsung. Ribuan buruh mogok …Read More »
  • Lebaran: Ritual Kejahatan Majikan dan Birokrasi yang Menambah Masalah

    Lebaran: Ritual Kejahatan Majikan dan Birokrasi yang Menambah Masalah

    Reading Time: 3 minutes Ramadan hari keduapuluh lima, kasus-kasus perburuhan, terutama berkaitan dengan THR (Tunjangan Hari Raya) dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) makin mengemuka. Baru-baru ini, 300 buruh pabrik Arnott’s Indonesia menggedor gerbang Kantor Menteri Ketenagakerjaan. Hasilnya? Hanya selembar surat dengan kop Kementerian bernomor B-155/PHIJSK/VI/2018 tertanggal 6 Juni 2018. Isinya semacam “lemparan tanggung jawab” dari Kementerian Ketenagakerjaan kepada kepala Disnaker Kota Bekasi untuk: meneliti dan menyelidiki benar-tidaknya kejadian PHK tersebut. Jika benar, silakan lakukan langkah-langkah penanganan, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan atau Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Nomor 2  Tahun 2004. Artinya, ketika buruh datang, …Read More »
  • Posko Pengaduan THR Kemnaker: Menampung Air Mata untuk Hidangan Berbuka?

    Posko Pengaduan THR Kemnaker: Menampung Air Mata untuk Hidangan Berbuka?

    Reading Time: 3 minutes Kementerian Ketenagakerjaan membuka Pos Komando (Posko) Pengaduan THR. Posko akan beroperasi 8 Juni sampai 5 Juli 2018. Posko bertempat di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Atap Kemnaker, Gedung B Kemnaker Jalan Gatot Subroto Kavling 52, Jakarta. Pengaduan juga bisa dilakukan melalui hubungan telepon 021-5255859, layanan Whatsapp 081280879888, 081282407919. Bagaimana dengan permasalah THR di wilayah-wilayah yang sulit menjangkau Jakarta? Kemnaker juga meminta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota membentuk Posko yang sama. Posko THR bukan terobosan baru. Tahun lalu pun Kemnaker membuka Posko yang sama. Posko dibuka di 6 wilayah, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Nusa Tenggara …Read More »

Dinamika Perburuhan

RESENSI

KAJIAN