Tulisan ini akan mendiskusikan siasat-siasat pemilik modal merespons kebijakan upah minimum pasca-Soeharto, periode yang disebut Reformasi. Di masa Reformasi perwakilan serikat buruh dilibatkan untuk merumuskan peraturan perundangan dan merumuskan kebijakan pengupahan. Lima belas tahun lalu, kenaikan upah selalu diperhadapkan dengan pungutan liar dan infrastruktur yang buruk. Kini jalan tol diperluas, perizinan usaha dipermudah, tapi kenaikan upah apalagi ditambah demosntrasi dikecam; ‘buruh tidak tahu diri’ dan membuat iklim investasi tidak kondusif. Studi-studi upah minimum umumnya memerhatikan dampak kenaikan upah minimum terhadap kelangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja (Rama, 2001; Priyono, 2002; Suharyadi, dkk, 2002, Papanek, 2015). Hal tersebut berangkat dari asumsi: sebagai kebijakan, upah minimum akanRead More →

Lebih dari seratus negara di Asia, Eropa dan Amerika Utara memeringati May Day 2018 dengan pawai, teatrikal, rapat umum dan demonstrasi. Seperti di Indonesia, di banyak negara 1 Mei merupakan hari libur untuk mengingat perjuangan buruh. Jumlah negara maupun peserta May Day 2018 diperkirakan jauh lebih banyak ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Tak mau ketinggalan, para pemilik barang dan jasa memanfaatkan libur 1 Mei untuk menjual dagangannya dengan harga diskon. Sementara itu, aparat keamanan dipersiapkan untuk mencegah dampak lain dari peringatan hari buruh sedunia. Amerika Serikat Sejak April, para pekerja pendidikan dan pelajar di negara-negara bagian Amerika Serikat telah melaksanakan mogok menuntut penambahan dana pendidikan dan kenaikanRead More →

Bandung Reporter: Adi Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari buruh internasional tahun ini terpusat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Menariknya, peringatan tahun ini disambut bukan hanya oleh buruh tapi juga petani, mahasiswa, hingga kaum muda di wilayah urban. Butuh kebesaran hati dari berbagai pihak untuk turun bersama ke jalan dan bekerjasama. Di samping orasi dari berbagai wakil organisasi yang ikut-serta, Mayday dimeriahkan pertunjukkan musik. Sebuah band buruh tampil di atas mobil mobil komando. Mereka menghibur penonton, membawakan beberapa lagu yang mengangkat kesulitan hidup rakyat biasa. Mereka mengakhiri penampilannya mengajak mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan “Darah Juang.” Peringatan Mayday berakhir sekitar pukul 17.00. ***  Read More →

Poster dan spanduk merupakan bagian dari atribut aksi massa. Melalui poster dan spanduk, organisasi menyampaikan sikap politik organisasi atau tuntutan. Mengajak masyarakat tergerak dan terlibat serta pihak yang bertanggung jawab bersedia memenuhi harapan yang diinginkan organisasi. Selama ini, poster atau spanduk demonstrasi diungkapkan dengan kalimat perintah negatif atau positif atau gabungan keduanya. Kata-kata yang dipilih antara lain: ‘Tolak!’, Stop!’, ‘Lawan!’, ‘Hancurkan!’ ‘Wujudkan!’, ‘Laksanakan!’ dan sebagainya. Empat tahun terakhir May Day, muncul jenis poster dan spanduk lain. Spanduk dan poster yang dibuat dengan kalimat pernyataan. Berikut adalah beberapa poster dan spanduk yang muncul dari May Day 2014. “Kurangi jam kerja Bapakku! Aku Bahagia Sama Bapakku!” PosterRead More →

Di Balai Kota Semarang. Dari mobil komando, lelaki bertubuh gempal berkaos merah berorasi penuh semangat. Mengecam kebijakan pemerintah dan politik upah murah. Di sela-sela orasi ia mengatakan, “Kita tidak antiinvestasi. Tapi kita menolak buruh kasar dari Tiongkok!”. Orasi diakhiri. Ia pun mengajak peserta demonstrasi menyanyikan lagu Internasionale. Tak jauh dari tempat tersebut. Di jalan menuju Patung Kuda Kantor Gubernur Jawa Tengah, peserta pawai yang terdiri dari perempuan dan lelaki berbaris di pimpin mobil komando. Poster-poster diangkat di atas kepala. Tertulis berbagai tuntutan tentang upah murah, tentang harga sembako, dan “Tolak TKA Ilegal!”. Di Jerman, sekitar 350 orang-orang berkaos merah turun ke jalan dengan membawa poster,Read More →