MAJALAH SEDANE

Memuat halaman...

Sedane

Majalah Perburuhan

Ketika Pabrik Garmen, Tekstil dan Sepatu Relokasi

Buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Simongan (FKPS) menolak rencana relokasi 12 perusahaan yang ada di kawasan Simongan, di Semarang, Jateng, Senin (17/3). Sumber: ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/nz/14.

Buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Simongan (FKPS) menolak rencana relokasi 12 perusahaan yang ada di kawasan Simongan, di Semarang, Jateng, Senin (17/3). Sumber: ANTARA FOTO/R. Rekotomo/Asf/nz/14.

Relokasi dan ekspansi pabrik bukan kejadian baru di Indonesia. Pada 2002, PT Sony Electronics, memindahkan pabriknya dari Cikarang Bekasi ke Malaysia. Kemudian PT Satria Sejati Multi Industri memindahkan pabriknya dari Bandung Barat ke Kota Bandung, pada 2006. PT Honey Lady memindahkan pabriknya dari KBN Cakung ke Bawen Jawa Tengah, pada 2007. Pemindahan PT Sepatu Bata dari Kalibata ke Purwakarta, pada 2008. Kecenderungan relokasi pabrik juga melanda beberapa negara di Asia Tenggara dan selatan, bahkan berlangsung sejak 1970-an. Tentu saja, pendirian pabrik Unilever dan Philips di zaman Belanda merupakan satu bagian dari ekspansi.

Relokasi dan ekspansi merupakan salah satu strategi memaksimalkan keuntungan dengan menekan biaya produksi. Ada yang menekan biaya logistik dan transportasi, sehingga mengonsentrasikan seluruh rantai pasokannya dalam satu zona industri. Ada pula yang menekan biaya buruhnya, karena tidak sanggup menekan biaya logistik dan transportasi.

Relokasi merupakan pemindahan pabrik ke wilayah yang relatif baru dengan mempertahankan nama lama atau menggunakan nama baru. Pabrik lama ditutup. Pabrik lama akan berubah menjadi pergudangan atau perkantoran.