Reading Time: < 1 minute PDFPrintMauris turpis nunc, blandit et, volutpat molestie, porta ut, ligula. Nullam cursus lacinia erat. Aenean imperdiet. Nullam quis ante. Ut id nisl quis enim dignissim sagittis. Duis leo. Praesent egestas neque eu enim. In hac habitasse platea dictumst. Vestibulum purus quam, scelerisque ut, mollis sed, nonummy id, metus. Donec interdum, metus et hendrerit aliquet, dolor diam sagittis ligula, eget egestas libero turpis vel mi. Nam ipsum risus, rutrum vitae, vestibulum eu, molestie vel, lacus. Nunc nulla. Suspendisse feugiat. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Donec venenatis vulputate lorem. Sed hendrerit. Integer tincidunt. Quisque libero metus, condimentum nec, tempor a, commodo mollis, magna. SedRead More →

Reading Time: 6 minutes PDFPrintAbu Mufakhir   SEPANJANG tahun 2012-2013 terjadi gelombang kebijakan persetujuan penangguhan upah minimum di berbagai wilayah padat industri di Indonesia. Tiga diantaranya terjadi pada propinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Pada ketiga propinsi tersebut, kebijakan penangguhan upah yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Gubernur masing-masing propinsi mengalami berbagai bentuk perlawanan dari serikat buruh. Melalui berbagai aksi unjuk rasa, melayangkan somasi kepada Gubernur (Jakarta), dan menggugat kebijakan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), serikat buruh berusaha membuktikan bahwa kebijakan tersebut merugikan buruh dan melanggar hukum. Kemudian melalui upaya serikat buruh di PTUN, kebijakan penangguhan upah minimum di propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta dinyatakan batalRead More →

Reading Time: 7 minutes PDFPrintAbu Mufakhir Aktif di Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS)   “Abdi sanes nyandak taneuh jang dikantongan, atanapi diasupkeun ka keresek. Abdi mah ngan ngolah taneuh kanggo melak cabe jeung tomat. Tibatan tanahna nganggur, bari ku nteu sapira luasna, lain ribuan hektare siga nu diangge ku perusahaan swasta, encan mun gagal panenna.” (Saya bukan mengambil tanah untuk dikantongin (dimasukkin saku celana), atau dimasukan ke kantong plastik. Saya mengolah tanah hanya untuk menanam cabe dan tomat. Daripada tanahnya nganggur, lagi pula luasnya juga tidak seberapa, tidak seperti ribuan hektare yang disewakan pada perusahaan swasta, belum lagi kalau gagal panen).   Politik perkampungan yang dimaksud dalam tulisan iniRead More →

Reading Time: 8 minutes PDFPrintAbu Mufakhir Buruh Nikomas: Perempuan, Muda, Pendatang Jumat, pukul 4 sore tahun 2010, saya datang ke kelurahan Tambak, Serang Timur, Banten, lokasi di mana pabrik sepatu Nikomas berdiri. Pabrik terbesar di Asia Tenggara yang mempekerjakan 75.000-80.000 pekerja. Kurang lebih 3 kilometer sebelum sampai ke gerbang utama, jalanan sudah mulai macet. Angkutan umum, bus jemputan karyawan, truk-truk peti kemas, ribuan sepeda motor, seluruhnya berjalan merayap. Di samping kiri-kanan jalan, ribuan pekerja Nikomas berjalan kaki dengan wajah lelah. Semakin mendekati pabrik Nikomas, kemacetan semakin parah, angkutan umum semakin sulit bergerak. Di sekitar pabrik Nikomas, berjejer pedagang kaki lima menjual pakaian, buah-buahan, makanan, dan DVD bajakan. Berjejer jugaRead More →